Laman

Rabu, 03 April 2013



KANDUNGAN/PENJELASAN HADITS

Dengan harokat dlomah keduanya (huruf tho dan ro) merupakan jama’ dari kata Ath-Thoriiq (jagalah olehmu duduk di pinggir-pinggir jalan) yakni jagalah oleh kalian dari duduk dipinggir-pinggir jalan (kami tidak bisa pisah dari tempat-tempat duduk kami) Al-Buddu dengan harokat dlomah dan tasydidnya huruf dal bermakna pisah artinya kami tidak bisa pisah dari tempat-tempat duduk tersebut. Dan maknanya sesungguhnya dlorurot terkadang mendorong kita untuk melakukan perbuatan tersebut, maka tidak ada kemampuan bagi kami dari meninggalkan hal tersebut. (Kami membicarakan persoalan tersebut) yaitu sebagian kami membicarakan kepada sebagian yang lain (Jika kalian tidak mau) yakni kalian mencegah dari meninggalkan duduk di pinggir-pinggir jalan  (menutup pandangan mata) yakni menjaga pandangan ke hala-hal yang diharamkan (menjaga hal yang menyakitkan) yaitu menjegah dari apa yang bisa menyakiti orang yang lewat. Berkata Al-Mundzir : Al-Bukhori dan Muslim mengeluarkan hadits tersebut.
(Dalam kisah ini) yakni kisah yang disebut dalam hadits yang telah lalu (berkata) yaitu berkata Abu Hurairoh : hadits itu marfu’ menambah hadits yang diriwatkan oleh Abi Sa’id (dan petunjuk jalan) dengan bacaan rofa’ yang disandarkan atas firman Allah “ Wan Nahyi ‘anil munkari”.
(Dari Ibunu Hujair) dengan harokat dlomah huruf ha yang tidak bertitik dan harokat fathah huruf jim serta harokat sukun huruf ya. (dalam kisah ini dia berkata) yaitu hadits ‘Umar marfu’ menambah atas hadits Al-Khudriy yang haditsnya jelas atau juga atas hadits Abi Hurairoh.
Al-Qoori mengatakannya (dan berilah pertolongan olehmu orang-orang yang teraniaya) berasal dari kata al-ighootsah dengan huruf ghin yang bertitik satu dan huruf tsa yang bertitik tiga, memiliki makna pertolongan.
Kata Al-Malhuuf  berarti orang yang teraniaya yang sangat berat yang perlu diberi pertolongan dan dikumpulkan. Dihilangkan huruf nun karena perkiraan huruf alif nun sebab disandarkan pada masdarnya. (dan berilah petunjuk olehmu orang-orang yang tersesat) dengan harokat fathah huruf ta yakni berilah petunjuk olehmu kepada orang-orang yang tersesat menuju sebuah jalan. Kata irsyaadus sabiil ini lebih umum dari kata hidayatudl dloolli.
Berkata Al-Mundziriy bin Hujair : Al-‘Udwa merupakan bina majhul. Dikatakan pula Ibnu Hujairoh, dengan harokat dlomah huruf ha yang tidak bertitik dan harokat fathah huruf jim, dan keberadaan huruf ya diakhir huruf (ha dan jim), setelah huruf ya ada huruf ro yang tidak bertitik yang berharokat fathah serta ta tanits.
Berkata Al-Bazaar : hadits ini tidak diketahui sanadnya kecuali Jarir bin Haazim dari Ishaaq bin Suwaid dan tidak meriwayatkannya dari Jarir sebagai sanadnya kecuali Ibnu Mubarok. Dan meriwayatkan pada hadits ini Humad bin Zaid dari Ishaaq bin Suwaid sebagai hadits mursal.