Laman

Sabtu, 27 April 2013


Hermeneutika Sebagai Metode Umum Keilmuan Humaniora
(Die Hermeneutik als allgemeine Methodik der Geisteswissenshaften)
              Karya ini banyak membahas arti penting hermeneutika sekaligus relasinya dengan karya-karya sarjana penggelut hermeneutika lainnya. Apa yang ditulis oleh Betti dalam buku ini cukup komprehensif, mencakup rangkuman teoritis, kemudian dihubungkan dengan disiplin dia sebagai ahli hukum, terkait dengan penafsiran norma hukum. Penerjemahan tidak mungkin dilakukan secara keseluruhan, melainkan dipilih beberapa sub bab dalam kajian yang dianggap paling memiliki relevansi.
A.    Fungsi  Paparan dan Arti Ungkapan.
Penafsiran atau Auslegung adalah suatu pemikiran akan sesuatu bisa dipahami apa adanya sesuai dengan si pemilik gagasan selaras dengan lingkungan sosial yang melingkupi. Aktivitas pemikiran  yang tidak disadari ataupun hasil perenungan yang menghasilkan nilai yang berarti dan dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dapat dijadikan obyek penafsiran.
Bagi ahli hukum dan sejarawan penafsiran didasari atas beberapa alasan untuk memberikan tanda yang memiliki dan pemrakarsa, pelaku perbuatan, maksud aktivitas yang dilakukan serta ungkapan yang dikeluarkan. Bagi sejarawan penafsiran untuk melacak maksim pelaku ataupun tindakan yang sesungguhnya yang berkenaan dengan perkiraan makna nyata dari adanya kemungkinan kepentingan yang berbeda.
Hermeneutika sebuah pembedaan antara inti hakiki dan bentuk - bentuk makna dalam fungsi paparan yang turut serta dalam ungkapan, yang terletak pada kenyataan yang ada, Seinsweise, apakah jelas dan memang disadari ataukah tanpa disadari dan hanya bawaan. Materi sejarah mesti ada pembedaan antara sumber-sumber yang apa adanya diberitakan         ( lisan, tulisan, sumber kesejarahan yang bisa ditransmisikan ) dengan peristiwa yang tersisa, jejak atau temuan yang merupakan jejak masa lalu tanpa fungsi paparan yang dikehendaki Darstellungsfunktion.
B.     Menafsirkan dan Memahami
Proses penafsiran adalah upaya untuk menyelesaikan problem epistimologis pemahaman. Menafsirkan adalah membawa kepada pemahaman yang dihasilkan dari pengaruh bahasa. Wilhelm von Humboldt menunjukkan bahwa ungkapan dari lawan bicara kita bukanlah sesuatu yang utuh melainkan sumber inspirasi atau insiatif dari pemilik ungkapan yang kemudian dikonsumsi, dikonseptualisasi serta dicerna sesuai dengan kesesuaian alam pikiran kita agar diperoleh suatu pemahaman yang dikehendaki secara proposional.